Bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati Lantai 2, pada hari Kamis dan Jumat tanggal 12 dan 13 Maret 2020, Dinpermades P2KB Kabupaten Demak bekerjasama dengan Bank Jateng mengadakan Bimtek terkait penerapan CMS dalam penyaluran Dana Desa tahun 2020 yang dihadiri Perwakilan Pendamping Desa, BPKPAD, dan Inspektorat sejumlah 35 (tigapuluh lima) peserta. Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinpermades P2KB Kabupaten Demak, Daryanto, dan didampingi oleh Tim Digital Banking Divisi Jaringan dan Jasa Layanan Bank Jateng Kanwil Jawa Tengah.
Bank Jateng selaku penyalur Dana Desa dari Pemerintah Pusat telah membangun sebuah sistem untuk mendukung percepatan penyaluran Dana Desa tersebut melalui sistem CMS. CMS (Cash Management System) merupakan sebuah aplikasi dari Bank Jateng dimana aplikasi ini berfungsi sebagai sistem pengelolaan kas nontunai yang dapat digunakan oleh Bendahara Desa untuk melakukan pembayaran kegiatan desa tanpa harus melakukan transaksi di kantor cabang melalui teller. Selain itu aplikasi CMS ini juga dapat memberikan kemudahan bagi aparat pengawas internal pemerintah untuk melakukan pengawasan terkait pelaksanaan penatausahaan kegiatan desa.
Dalam aplikasi CMS, user terbagi menjadi 3 (tiga) tingkatan user yaitu Operator, Checker, dan Executor dimana nantinya user berjenjang ini akan digunakan oleh Bendaharawan, Kepala Subbagian Keuangan, dan Kepala Desa.  Ketiga user ini memiliki fungsi, kewenangan, dan limitasi masing-masing. Pengajuan user serta penentuan limitasi user dapat dilakukan dengan mengirimkan formulir permohonan user CMS yang telah disediakan dan dapat diunduh, kepada Bank Jateng Kantor Cabang terdekat.
Operator merupakan user yang dapat digunakan oleh Bendaharawan dalam menjalankan kegiatan penatausahaan kegiatan desa. Fungsi dan wewenang yang dimiliki oleh user Operator antara lain:

  1. Melakukan transaksi antar sesama Bank Jateng, di luar Bank Jateng dan bulk transfer;
  2. Melakukan transaksi pembayaran belanja daerah baik online maupun offline;
  3. Melakukan transaksi pembayaran tagihan bulanan maupun tagihan lain yang sudah memiliki kerjasama host to host dengan Bank Jateng.

Operator memiliki kewenangan melakukan posting atas transaksi tersebut di atas dengan limitasi transaksi pada nominal tertentu sesuai yang disepakati oleh perangkat desa yang bersangkutan. Apabila operator melakukan posting transaksi dengan nominal di atas kewenangannya maka transaksi tersebut akan masuk ke antrian approval  dari Checker. Begitupun dengan Checker, memiliki limitasi atas nominal tertentu dari postingan yang diajukan, sehingga apabila transaksi senilai melebihi kewenangan Checker maka postingan tersebut akan menunggu approval  dari Executor. Di sinilah fungsi pengawasan akan berjalan apabila ketiga user ini dijalankan berjenjang oleh desa. Adanya keterlibatan unsur pimpinan meminimalisir penyalahgunaan penggunaan Dana Desa juga dapat meningkatkan kemudahan pengawasan terkait penyaluran dan penatausahaan Dana Desa.
Sistem CMS ini didesain ramah pengguna, sehingga memudahkan penggunannya dalam mengakses maupun menggunakan sistem CMS, dan dapat diakses dimanapun dan kapanpun selama koneksi internet tersedia. Selain itu setiap transaksi yang dilakukan di sistem CMS, dapat dicetak dan Bank Jateng menyatakan bahwa hasil cetak bukti transaksi dari sistem CMS memiliki legal standing yang sama kuat dengan bukti transaksi yang biasa dilakukan dari Teller. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem CMS memudahkan berbagai pihak terkait, baik dari segi penatausahaan maupun dari segi pengawasan.

Sumber : Auditor Irban III (Admin / 13 Maret 2020)