Inspektorat Kabupaten Demak yang diwakili oleh Wahid Rochmijanto, SE (Irbanwil III) ikut dalam rombongan studi banding ke Pondok Pesantren Al-Aqobah Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada hari Sabtu 19 Oktober 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 180 orang yang terdiri dari Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren, Camat se-Kabupaten Demak dan  beberapa pejabat pemerintahan Kabupaten Demak.

Rombongan diterima oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aqobah, KH Ahmad Junaidi Hidayat. “Kunjungan saudara kita dari Demak ini untuk mengetahui manajemen pesantren dan sekolah yang baik serta unggul,” katanya. Dipilihnya Al-Aqobah karena Pondok Pesantren Al-Aqobah Jombang dipandang mempunyai visi dan misi serta inovasi pendidikan yang integratif. Pesantren Al-Aqobah mampu memadukan pendidikan pola salafi dan modern.  “Beberapa program unggulan di Aqobah adalah joyful learning, metode amtsilati, bilingual kitab kuning, tahfidzul Qur’an dan hadits, serta berbagai kegiatan yang berpusat pada siswa sebagai active learner,” jelas KH Ahmad Junaidi Hidayat. Menurutnya di era modern ini pola manajemen pesantren haruslah independen, selalu berinovasi dan tidak terlalu terikat oleh peraturan pemerintah agar bisa luwes dalam mengambil kebijakan. Visi Al-Aqobah adalah mencetak generasi Nahdaltul Ulama (NU) yang unggul dalam kajian kitab kuning, pandai dalam keilmuan pesantren, serta mempunyai ilmu umum yang sama baiknya dengan ilmu agama Islam. “Tadi kita sudah tampilkan beberapa santri yang sedang mendalami Al-Qur’an dan kitab kuning. Dengan amsilati mereka bisa baca kitab kuning dalam waktu cepat,” tambahnya. Dalam praktiknya, santri Aqobah dibimbing untuk menghafal setiap hari minimal lima ayat dan satu hadits. Untuk setoran Al-Qur’an dilakukan setiap habis magrib. Sedangkan kajian kitab kuning dilaksakan setiap setelah shalat ashar dan subuh. “Kita bagi dua asrama, ada asrama pendalaman kitab kuning dan asrama khusus Al-Qur’an serta hadits,” ujar Kiai Junaidi. Setelah dari Pondok Pesantren Al-Aqobah, rombongan dari Demak ini melanjutkan ziarah ke makam Gus Dur, KH M Hasyim Asyari di Pesantren Tebuireng. Sebelum ziarah, rombongan disuguhi makan khas Jombang. “Saat ini kita sedang bangun perpustakaan dan pusat kajian hadits. Dan rombongan dari Demak tadi juga cukup puas dengan program kita. Semoga bisa membuat mereka terinspirasi,” tandasnya. (Disadur dari https://www.nu.or.id)