Meneruskan lelang beberapa paket barang peralatan dan mesin milik daerah yang belum laku pada saat lelang online pada 30 September 2019 serta persetujuan lanjutan atas usulan terbaru penghapusan barang, dilakukan persiapan lelang tahap berikutnya. Penghitungan taksir ulang barang milik / dikuasai Pemkab Demak yang belum laku ditambah dengan peralatan / mesin susulan yang akan dilelang, dibahas dalam rapat koordinasi hari Selasa, 15 Oktober 2019. Bertempat di Ruang Pertemuan BPKPAD, rapat dipimpin Asisten III Sekda didampingi Kepala BPKPAD, diikuti unsur tim dari Bagian Hukum Setda, Inspektorat, Diperindagkop UKM, Dinputaru, Dinas Perhubungan dan Bidang Asset. Point bahasan yang disampaikan mengerucut pada evaluasi dan upaya tindak lanjut hasil lelang online sebelumnya, terutama penyebab paket tidak laku. Disampaikan pihak BPKPAD, bahwa kemungkinan para peserta lelang beranggapan harga paket terlalu tinggi dibandingkan dengan kondisi kendaraan serta adanya persoalan teknis administratif dari pendaftar dan juga penyebab tentang adanya penawaran tanpa ada pendaftarnya.

Selain taksir harga barang untuk persiapan lelang online, pada kesempatan rapat tersebut juga dibahas pemanfaatan barang milik daerah sehubungan beberapa permohonan yang masuk ke bupati maupun BPKPAD. Di antaranya adalah :

  • Permohonan perpanjangan sewa tempat untuk kantin Dinputaru.
  • Pembuatan taman lalu lintas di Hutan Kota Taman Mahesa Jenar oleh pihak kepolisian (polres)
  • Biaya sewa ex-gedung Garuda.
  • Permohonan kendaraan operasional untuk operasi pengemis, gelandangan dan orang terlantar, anak jalanan serta transportasi pengiriman klien ke panti-panti mitra dinsos.
  • Perpanjangan masa pinjam pakai tanah dan gedung di Jalan Bhayangkara untuk Kanminvetcad.
  • Permohonan kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup.

Terakhir bahasan rapat adalah usulan penghapusan barang milik daerah yang prinsipnya bisa disetujui untuk sebelumnya dikaji aspek aturannya terlebih dulu oleh Bidang Aset BPKPAD. Usulan penghapusan tersebut hampir semuanya adalah usulan pengapusan asset milik sekolah-sekolah (SD dan SMP) ditambah usulan penghapusan sumur bor hibah dari Dinperkim.

Inspektur Kabupaten Demak melalui Inspektur Pembantu Wilayah 1 pada kesempatan tersebut mengharapkan agar ke depannya dipaparkan kondisi teknis kendaraan yang akan dilelang. Diharapkan dapat menggunakan parameter analisa kondisi asset peralatan dan mesin utamanya kendaraan yang lebih akurat terutama laporan tentang kondisi kelistrikan (aki, lampu), interior dan eksterior sehingga penghitungan nilai jual lebih akuntabel. (Irban 1 / 16 September 2019)