Inspektur Kab Demak, Kurniawan Arifendi, ST mengingatkan pentingnya mekanisme appraisal atau proses penentuan nilai asset termasuk taksiran harga lelangan tanah milik Pemkab Demak berupa tanah desa yang desanya berubah status menjadi kelurahan. Parameter yang tepat sesuai kondisi lahan baik menyangkut luasan, tingkat produktivitas maupun perolehan harga lelangan tahun sebelumnya dapat dijadikan pertimbangan.

Inspektur menyampaikan hal tersebut saat mengikuti Rapat taksiran harga dalam rangka pelaksanaan lelang tanah kelurahan di ruang rapat Staf Ahli Bupati Demak, Jumat 12 Juli 2019 yang dipimpin Asisten II Sekda, Hadi Waluyo, SH. MPd. Inspektur juga mengingatkan kelancaran kegiatan lelangan ditentukan pula oleh kemampuan juru lelang memahami lokasi blok tanah yang dilelang karena tahun sebelumnya masih ditemui kendala pelaksanaan lelangan akibat kurang pahamnya juru lelang. Tidak kalah pentingnya upaya menghasilkan pemenang lelang adalah penggarap murni dari kalangan petani sehingga dapat diminimalisir pemenang adalah mereka yang hanya akan menyewakan lagi tanah lelangan tersebut, tentu dengan harga lebih tinggi. Terakhir diingatkan pula bahwa sebelum ditetapkan pemenang lelang, panitia harus memperhatikan aspek kejelasan hak dan kewajiban pemenang lelang sebagai diktum obyek perikatan menyangkut substansi point-point materinya.

Pada kesempatan tersebut ditetapkan pula susunan panitia lelang tanah kelurahan dengan Ketua Tim Penaksir adalah Asisten III, kemudian Kepala BPKPAD sebagai Ketua Tim Pelaksana Lelang dan Asisten Pemerintahan sebagai Ketua Tim Pengawas didampingi Kepala Kejaksaan, Inspektur dan Kabag Hukum sebagai anggota Tim Pengawas Lelang. (Irbanwil I / 12 Juli 2019).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *